Kiaij goeroe van Modjo

Kiaij goeroe van Modjo begitulah kolonial belanda menamai beliau, terlahir di surakarta dengan nama Muslim Mochammad Khalifah pada tahun 1792. di sebut juga Kiay Modjo, Kiay Madja, Kyai Madja, Kyai Modjo, Kiai Madja, Kiai Modjo, Kiay Mojo, Kiay Maja, Kyai Maja, Kyai Mojo, Kiai Maja, Kiai Mojo.

orang tuanya Iman Abdul Ngarip dan R.A Mursilah adalah keturunan keraton surakarta dan keraton yogyakarta, meskipun begitu, kiay modjo tidak pernah tinggal di keraton.

dikenal sebagai guru agama islam, sempat tinggal di tanah suci mekkah setelah menunaikan ibadah haji, dan kembali ke tanah jawa untuk melanjutkan mengurus pesantren meneruskan tanggung jawab sang ayah yang merupakan ulama besar.

memiliki cita cita agar nantinya tanah jawa diperintah berdasarkan syariat islam.

bergabung dengan diponegoro dan menjadi panglima pada perang jawa melawan belanda dengan janji nantinya tanah jawa akan di perintah sesuai syariat islam. ditengah perang jawa, hubungan kiay modjo dan diponegoro mulai tidak sepaham, kiay modjo beranggapan bahwa diponegoro telah berbelok dari tujuan awal tentang pemerintahan dengan syariat islam. hingga akhirnya kyai modjo diminta untuk berhenti berperang.

melihat terjadinya beda pandangan antara kyai modjo dan diponegoro, belanda pun melihat celah untuk menangkap keduanya, hingga akhirnya kyai modjo disergap belanda bersama pengikutnya pada suatu perundingan pada november 1828.

Scroll to Top